Sinkronisasi Luar Biasa: Persahabatan Diksi dan Majas

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sedikit ingin mengulas atau mengingat kambali lebih tepatnya tentang tema minggu lalu yang begitu menggugah. Tema minggu lalu adalah “The Power of Words”.

Ketika kita membaca tulisan atau sebuah karya sastra, terkadang kita hanyut dalam cerita tersebut oleh beberapa sebab, karena diksi (pilihan kata) yang penulis gunakan, atau bisa pula karena kata-kata kiasan (majas) yang mengalir di dalamnya. Diksi-diksi dan majas-majas yang sangat menjadi kekuatan penulis di samping ide cerita itu sendiri. Para pembaca yang berpengalaman dapat membedakan mana karya yang bagus dan mana yang biasa-biasa saja. Tak sedikit pula pembaca sering berimajinasi usai menemukan kata-kata yang menakjubkan. Oleh karena itu, tepatnya tanggal 23 Desember 2012 lalu, dalam agenda pekanan FLP-J mengangkat tema “The Power of Words” yang mengulas betapa strong-nya kata-kata dalam karya sastra. Dalam disusi tersebut, Teh Wianti Aisyah mengajak para remaja FLP-J untuk melatih tingkat menulis dengan menggunakan diksi dan majas, di sana kita dilatih untuk menumpahkan semua koleksi kata-kata kias, indah, dan bermakna yang kita miliki. Kita pun mau tak mau harus berimajinasi agar hasilnya cettar membahana *wahaha*. Namun, tidak hanya sebatas melalui tulisan, Teh Wian juga mengajak kita untuk kembali ke zaman SD alias mnggambar!

Menurut Teh Wian, tidak ada sorang pun yang tidak bisa menggambar, semua dapat melakukannya, hanya terletak pada hasil-hasilnya. Hasil gambarnya memang ada yang kurang berbakat, ada yang biasa-biasa saja, bahkan ada pula yang sangat berbakat dalam bidang tersebut. Walaupun hasil gambar-gambar kita terkesan aneh, namun terdapat filosofi yang sangat menakjubkan, seperti gambar sederhana yang aku buat ini,

Image

Di dalam pikiranku aku sedang berimajinasi dengan mawar. Mawar menurut pandanganku melambangkan perempuan yang cantiknya luar dan dalam, namun tidak sembarangan yang bisa menyentuhnya, karena mawar memiliki tameng berupa duri-duri yang siap menusuk siapa pun yang tidak baik dengannya, relevannya menurutu, duri-duri itut adalah sebuah iman dan islam yang kokoh yang ada di dalam perempuan shalihah, dan aku berterima kasih sekali kepada Yang Maha Indah karena telah menciptakan bunga secantik itu, Proud to be like rose!

Sekian dulu yaaaa sahabat.. ^^

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Jatinangor, Desember 2012

Muezza ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s